Archive for December, 2007


Damailah Dengan Pengalaman Pertama Bercinta!

Pengalaman berhubungan intim pertama kali sangat berpengaruh dengan diri Anda sekarang. Apalagi jika pengalaman tersebut tidak mengenakan dan menjadi beban pikiran untuk berhubungan lagi. Untuk itu, Dr Hilda Hutcherson menjelaskan mitos mengenai saat-saat pertama dan bagaimana pengalaman bisa membayangi Anda selama hidup.

Dua Mitos Mengenai ‘Saat Pertama’; Kebanyakan wanita berpikir dua hal, yaitu bahwa pengalaman seks pertama akan menimbulkan rasa sakit atau akan menjadi luar biasa, yaitu pengalaman merasa dibawa melayang. Dan kebanyakan dari itu adalah realita berada di suatu ‘tempat’ yang lain.

Jika saat seks pertama mendapatkan pengalaman yang menyakitkan, suatu waktu saat berhubungan lagi, Anda akan mengantisipasinya dan agar tidak menjadi lebih buruk. Tapi jika Anda tidak santai, pengalaman berikutnya akan menjadi lebih buruk dan tidak nyaman. Inilah lingkaran yang akan menghantui Anda selama bertahun-tahun.

Oleh karena itu Dr Hutcherson merekomendasikan bagaimana Anda menghilangkan pikiran itu dan mulai menikmati berhubungan intim. Pikirkan bagaimana saat pertama yang mendebarkan dan hal-hal yang indah bersama pasangan. Apakah itu kejutan? Bagaimana dia mencintai kita?
Dan yang terpenting semua pikiran harus lebih positif yang mungkin bisa membawa Anda ke ‘tempat lain’, kemudian berpengaruh untuk mengubah perilaku negatif seks Anda.

Bertubuh Montok, Jaminan Anak Cerdas?

Tak bisa dipungkiri tubuh kurus sudah jadi tren saat ini, tapi bagi wanita yang memiliki badan montok dengan pinggul padat berisi dan pinggang ramping tak perlu khawatir. Pasalnya wanita yang memiliki bentuk tubuh layaknya ‘jam pasir’ ini cenderung memiliki anak yang cerdas.

Pernyataan ini terungkap setelah para peneliti dari Universities of Pittsburgh dan California, Amerika, menganalisa 16 ribu wanita dan remaja putri yang berbadan montok, pinggul berisi, dan pinggang ramping ternyata mampu menyelesaikan tes psikologis dan cognitive lebih baik dibanding wanita yang berbadan kurus, begitu pun dengan anak-anak yang lahir dari wanita berpinggul padat.

Semakin besar perbedaan ukuran lekuk antara pinggang dan pinggul, hasilnya akan semakin baik, tulis para periset dalam jurnal Evolution and Human Behaviour, seperti dilansir dari BBC, Selasa (13/11/07).

Mereka menganggap kecerdasan yang didapat dari anak-anak yang terlahir dari wanita berpinggul penuh ini terkait dengan ditemukannya kandungan fatty acids (asam lemak) pada pinggul.

Di area ini, asam lemak mengandung omega-3, yang mampu memperbaiki kemampuan mental wanita pada saat hamil, dan juga perkembangan kecerdasan janin dalam kandungan.
Meski hasil analisa yang didapat mengejutkan, namun para ahli tak serta merta menganggap hasil studi mereka bisa diamini publik. Karena kecerdasan setiap anak juga ditentukan dengan kelas sosial, kondisi ekonomi, psikologis, dan tak menutup kemungkinan ibu juga memegang peran dominan.

Martin Tovee, salah satu peneliti dari Newcastle University, menyambut baik hasil penelitian. Terlebih bagi para pria bisa menggunakan hasil penelitian ini untuk memulai ‘berburu’ pasangan yang setidaknya mampu memberikan keturunan yang cerdas.

“Secara logisnya, pria akan tertarik dengan wanita berpinggul padat dan tubuh berisi. Wanita yang masuk dalam kategori ini tentu saja memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik, dan berpeluang memiliki anak yang sehat dan cerdas. Dan pasti potensial untuk dijadikan pasangan hidup,” jelas Tovee yang mencontohkan sosok Nigella Lawson, salah satu wanita cerdas kelahiran London, yang berprofesi sebagai jurnalis, penulis buku masakan, presenter TV, yang memang dikenal bertubuh sensual dan berisi.

Nah, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki tubuh montok? Atau masih bertahan dengan ukuran zero size Anda?

Orgasme, Pentingkah?

Definisi, Tipe, Teknik dan Kendala Orgasme

Orgasme seringkali dianggap sebagai tujuan akhir dari setiap hubungan seksual. Ironisnya, seringkali tuntutan yang kita berikan pada diri kita sendiri untuk bisa mencapainya, malah membuat kita sulit untuk mendapatkannya.
Jadi sebaiknya kita tak melulu terfokus pada hal itu, namun sebaliknya kita berusaha untuk bisa belajar menggunakannya sebagai salah satu bagian dari sebuah ‘proses’, sehingga mendukung kita dalam usaha untuk mencapai kepuasan seksual, yang tentunya sangat diharapkan oleh banyak pasangan.

Apa Itu Orgasme?

Apakah orgasme hanyalah sebuah reaksi fisik untuk memacu lebih cepat dan kemudian ‘melepaskan’ sesuatu? Apakah orgasme hanyalah sebuah perasaan nikmat sesaat? Apakah orgasme juga hanya sekedar sebuah ‘kematian’ sesaat?

Sebelum Anda terlanjur dipusingkan oleh soal bagaimana cara mendapatkan orgasme yang pas dan lebih baik, mungkin Anda perlu untuk memahami soal bagaimana Anda akan mencapai orgasme untuk diri Anda sendiri, dipadukan dengan hasil penelitian para ahli.

Apakah Orgasme Berbeda Pada Pria dan Wanita?

Sadar ataupun tidak, kita seringkali membandingkan diri kita dengan orang lain. Dan saat kita mulai menyinggung soal gender, kita pastinya memahami perbedaan fisik yang ada. Jadi, apakah ada perbedaan pula tentang orgasme antara pria dan wanita? Tentu tidak, karena orgasme bisa hanya bisa didapatkan oleh sebuah pasangan dan bukannya individual.

Apakah Saya Telah Mendapatkan Orgasme?

Orgasme kadangkala tak mudah diraih. Kurangnya pendidikan tentang seks dan juga kesan-kesan negatif yang kita punya terhadap tubuh kita sendiri dan seksualitas kita, membuat kita hidup dalam ‘ketidaktahuan’ seksual.

Tak ada tes khusus yang bisa menunjukkan bahwa Anda tengah mengalami orgasme. Namun demikian, ada banyak hal yang bisa Anda tanyakan pada diri Anda sendiri, sehingga bisa membantu Anda mencapai sebuah kehidupan seks yang sehat, dengan maupun tanpa orgasme.
Orgasme Baik Untuk Kesehatan?

Orgasme bukanlah sekedar perasaan yang ‘fantastik’. Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa orgasme yang rutin bisa membawa keuntungan bagi kesehatan, seperti mengurangi resiko kanker prostat dan serangan jantung, serta bisa pula membantu kita mengatasi stres dan susah tidur.

Orgasme Memiliki ‘Tipe’ Yang Berbeda

Tak ada ‘patokan’ yang pasti soal ’sensasi’ orgasme. Namun demikian, Anda tak perlu membanding-bandingkan dengan pengalaman seseorang atau pasangan yang lain. Ada baiknya jika Anda mendengarkan pengalaman orgasme orang lain dan juga nasehat dari para pakar ’seks’ untuk memperluas wawasan Anda tentang hal itu, sehingga Anda bisa menciptakan sendiri definisi seksual dan memilih ‘model’ orgasme yang sesuai dengan diri Anda.

Orgasme ‘Semu’

Orgasme ’semu’ telah banyak menjadi topik dalam pembicaraan soal seks. Sehingga kadang timbul pertanyaan: Seberapa sering orang-orang mengalami orgasme? Apakah hanya wanita yang seringkali mengalami atau melakukannya? Bagaimana sikap Anda jika pasangan Anda yang melakukannya?

Ketidakmampuan Orgasme

Dengan pengetahuan seksual yang sangat minim, cara pandang masyarakat sekitar terhadap seks dan seberapa besar respon seksual secara keilmuan, membuat orgasme terkadang tak datang secara natural. Baik pria dan wanita bisa mengalami gangguan untuk mencapai orgasme dalam situasi tertentu, yang lambat laun bisa mempengaruhi kehidupan seksual mereka.

Susu Kaleng Merusak Usus Bayi

Sekitar 55,19 persen dari 18.000 ibu melahirkan di Kota Malang pada tahun 2006 lebih memilih susu kaleng bagi bayinya sebagai pengganti air susu ibu atau ASI. Padahal susu kaleng justru bisa merusak fili-fili (rambut halus) usus bayi dan bisa mengganggu kesehatan bayi.

”Yang terbaik bagi bayi adalah ASI. Seberapa mahalnya pun susu kaleng tidak bisa menggantikan ASI, karena ASI dilengkapi antibody yang berguna bagi psikologis dan fisik bayi. Sedangkan susu kaleng justru bisa merusak fili-fili usus bayi saat pertama kali ia lahir langusng mendapatkan susu kaleng,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Asih Tri Rachmi, Minggu (2/12) di Malang.

Jika fili-fili usus bayi rusak, menurut Asih akan menyebabkan feses bayi menjadi keras. Akibatnya bisa memicu ambeien atau pendarahan pada bayi, dan jika parah bisa menyebabkan keracunan dalam tubuh bayi karena sistem sekresinya terganggu. ”Kalau fili-fili ini sudah rusak, maka perlu waktu lebih kurang seminggu untuk kembali bisa beradaptasi dengan normal,” ujar Asih.

Saat ini di Kota Malang menurut Asih masih sekitar 50 persen dari 18.000 ibu melahirkan (data 2006) yang menyusui bayinya sendiri. ”Keberhasilan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan bukan hanya ada pada si ibu, namun juga lingkungan. Untuk itu perlu dukungan lingkungan agar pemberian ASI eksklusif bisa berhasil,” ujarnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar pemberian ASI eksklusif bisa berhasil adalah dengan inisiasi dini menyusui. Caranya adalah dengan menaruh bayi di dada sang ibu persis setelah dilahirkan. Saat itu bayi belum dibersihkan, namun hanya sekedar dikeringkan tubuhnya saja. ”Perlakuan alami seperti ini akan membuat bayi dengan refleknya bergerak mencari puting susu ibunya. Dan 100 persen bayi yang dicoba seperti ini bisa menyusu pada ibunya, rata-rata dalam kurun waktu maksimal 1 jam,” ujar Asih. Menurutnya, bayi usai dilahurkn bisa bertahan hingga 10 jam tanpa minum susu.

Jika usai dilahirkan bayi dipisahkan dari ibunya, maka menurut penelitian hanya 20 persen dari bayi-bayi itu yang berhasil memberikan ASI eksklusif. ”Kalau kita lihat, kucing dan anjing usai melahirkan juga tidak dibantu perawat. Toh ana-anak mereka bisa menyusu,” ujar Asih menggambarkan bahwa sejak lahir bayi diberi insting untuk bertahan hidup.

Pemberian ASI selama ini menjadi salah satu indikator keluarga sadar gizi. Dari 855 sampel di Kota Malang, baru 235 keluarga di antaranya yang termasuk sadar gizi. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kota Malang pun masih sekitar 55,19 persen dari target 80 persen.

Rahasia Langsing Remaja & Eksekutif Muda

Pada dasarnya masalah gizi pada remaja dan eksekutif muda timbul karena perilaku gizi yang salah, yaitu ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan.

Kalau Anda kurus, makanlah secara teratur dengan gizi seimbang dan lebih banyak dari biasanya. Kalau Anda gemuk, makanlah secara teratur juga dengan gizi seimbang tetapi jumlahnya kurang dari biasanya. Itulah pesan yang lazim kita terima dari ahli gizi, jika kita melakukan konsultasi mengenai diet.

Idealnya berat badan itu normal, yaitu tidak gemuk dan tidak kurus. Sebenarnya berat badan ideal bisa diwujudkan dengan mengkonsumsi energi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Sehingga tidak terjadi penimbunan energi dalam tubuh dalam bentuk lemak, atau sebaliknya penggunaan lemak tubuh sebagai sumber energi kurang.

Bila konsumsi gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan menderita gizi kurang (malagizi). Sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan, yang bersangkutan akan menderita gizi lebih dan obesitas. Berat badan ideal atau berat badan normal sangat menguntungkan karena penampilan akan menjadi menarik, lincah dan risiko sakit lebih rendah. Berbeda dengan badan yang kurus, penampilan cenderung kurang menarik, mudah letih, risiko sakit pun tinggi. Dan yang tidak kalah penting bagi yang kurus, adalah kurang mampu bekerja keras.

Yang gemuk pun sama. Penampilan kurang menarik, gerakan tidak gesit, cenderung lamban, dan merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung, kencing manis, tekanan darah tinggi, gangguan sendi tulang, gangguan ginjal dan bahkan berisiko terkena penyakit kanker.

Jangka Lama
Keadaan gizi atau status gizi merupakan gambaran apa yang dikonsumsi dalam jangka waktu cukup lama. Keadaan gizi dapat berupa gizi kurang, gizi baik atau normal, maupun gizi lebih.
Kekurangan salah satu zat gizi dapat menimbulkan konsekuensi berupa penyakit defisiensi, dan bila kekurangan dalam batas marginal dapat menimbulkan gangguan yang sifatnya lebih ringan atau menurunnya kemampuan fungsional.

Misalnya, kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan badan cepat merasa lelah. Kekurangan zat besi dapat menurunkan prestasi kerja dan prestasi belajar, selain turunnya ketahanan tubuh terhadap penyakit infeksi. Sedangkan kekurangan vitamin A dapat menyebabkan terjadinya buta senja dan turunnya ketahanan tubuh terhadap penyakit infeksi.

Keluarga Perkotaan
Kurus merupakan masalah gizi lain yang umumnya lebih banyak ditemukan pada remaja perempuan. “Kurus itu indah,” kata mereka dan sering merupakan moto bagi remaja perempuan. Body image kurus itu indah dan cantik, merupakan salah satu penyebab anorexia nervosa dan bulimia (keduanya merupakan keadaan buruk akibat ingin kurus, sehingga menolak makan atau memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan), khususnya remaja perempuan.

Pada beberapa kasus obesitas, remaja dan eksekutif muda memodifikasi konsumsi makanan mereka sendiri tanpa pengawasan dan bimbingan dari dokter dan ahli gizi, sehingga umumnya tidak dapat memenuhi kebutuhan zat besi dan zat gizi penting lainnya. Bila hal ini berkelanjutan, dapat menimbulkan anorexia nervosa atau bulimia (biasanya terjadi pada keluarga mampu di perkotaan).

Penanganan kasus ini perlu dilakukan secara terpadu antara dokter (mungkin psikiater) dan ahli gizi. Bila berat badannya tidak bisa naik, perlu dilakukan penanganan lebih lanjut.
Kegemukan dan obesitas lebih banyak ditemukan pada remaja dan eksekutif muda di perkotaan, yang disebabkan karena konsumsi makanan berlebihan serta kurang aktivitas fisik dan berolahraga. Penelitian menunjukkan obesitas sebagai faktor risiko berbagai penyakit, seperti hipertensi, hiperkolesterolemi, penyakit jantung dan diabetes mellitus atau kencing manis.

Masalah yang sering timbul pada masa remaja dan eksekutif muda adalah jerawat, yang biasanya sering dikaitkan dengan banyak mengkonsumsi coklat, makanan makanan berlemak dan minuman ringan (soft drinks).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zinc, PUFA dan vitamin A dapat mengurangi atau mengatasi jerawat pada remaja. Mereka dapat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat-zat tersebut seperti: daging, roti, margarin dari kedele, hati sapi, wortel, dan minyak goreng dari jagung, kedele, zaitun serta minyak dari kelapa sawit.

Seimbang Jumlah & Kualitas
Keadaan status gizi seseorang merupakan gambaran apa yang dikonsumsinya dalam jangka waktu cukup lama. Keadaan status gizi dapat berupa gizi kurang maupun gizi lebih. Karena itu untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal mutlak diperlukan sejumlah zat gizi yang harus didapatkan dari makanan dalam jumlah sesuai dengan dengan yang dianjurkan setiap harinya..

Untuk dapat memenuhi kebutuhan akan zat gizi, diperlukan konsumsi makanan yang seimbang dalam hal jumlah dan kualitas. Hanya saja, karena gaya hidup dan pola makan yang terlanjur salah, defisiensi unsur gizi tertentu sering terjadi. Apalagi di jaman sekarang ini, tidak mudah bagi kita untuk bebas sama sekali dari efek-efek yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan gizi.

Banyak faktor lain yang dapat menurunkan kualitas penyerapan gizi, misalnya polusi, stres berkepanjangan, sakit keras, baru sembuh dari sakit dan minuman keras.

Bahaya Makanan Fast Food

Siapa sih yang tidak suka makanan cepat saji seperti burger, ayam goreng, kentang goreng? Apalagi disantap bersama saus pedas dan minuman cola, lemon lime, atau minuman berkarbonasi lainnya. Hmm, sudah tentu lezat.

Tapi sebenarnya di balik rasa lezatnya itu ada bahaya yang mengancam kesehatan tubuh. Dan sayangnya hanya sedikit dari kita yang menyadari bahaya ini.

Dampak dari Gaya Hidup

Awal perkembangan gerai-gerai cepat saji dimulai pada abad 19, saat Amerika Serikat memasuki era industri yang menyebabkan banyak pekerja hanya mempunyai jam istirahat yang pendek dan jam kerja yang panjang. Alasan itulah yang mendorong para pekerja lebih memilih makanan yang disajikan gerai fast food karena kecepatan dalam penyajiaannya plus rasanya yang juga lezat.

Kelebihan inilah yang membuat gerai fast food semakin menjamur di Amerika Serikat. Pada abad ke-20, bisnis gerai-gerai fast food semakin menyebar hingga ke kawasan benua Eropa, Afrika, Australia dan Asia seperti Indonesia dengan konsep waralaba.

Pertumbuhan pesat restoran cepat saji (fast food) di Indonesia menyebabkan berubahnya gaya hidup masyarakat, menjadi serba praktis dalam mengkonsumsi makanan tanpa memikirkan kesehatan sama sekali. Perlu diketahui bahwa makanan fast food ternyata mengandung kalori yang tinggi, garam, dan lemak termasuk kolesterol yang mencapai 70% serta hanya sedikit mengandung serat yang justru sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Selain kandungan gizinya yang rendah, fast food juga mengandung zat pengawet dan zat aditif yang membuat kita ketagihan. Fast food pun menjadi cara cepat bagi kita yang ingin terkena Obesitas. Hal ini dibuktikan oleh Morgan Spurlock yang membuat film berjudul “Super Size Me”. Dalam film tersebut digambarkan bagaimana ia mengkonsumsi fast food setiap hari baik itu saat sarapan, makan siang, dan makan malam dalam waktu 30 hari. Ternyata hasil yang didapat sangat mencengangkan. Morgan Spurlock mengalami kenaikan berat badan yang drastis, perut semakin membuncit, kenaikan kadar gula darah dan kolesterol, tekanan darah yang jauh di atas normal dan 2 kali lebih rentan terkena gagal jantung serta perubahan prilaku.
Sampai-sampai dokter yang memeriksa Morgan Spurlock menyarankan untuk berhenti mengkonsumsi fast food segera padahal filmnya dokumenternya baru memasuki pertengahan.

Menyiasati Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji

Menghindari konsumsi makanan cepat saji memang sangat disarankan. Tetapi bukan berarti Anda yang tidak mengalami masalah serius dengan berat badan atau penyakit lainnya, sama sekali tidak boleh mengkonsumsi makanan lezat ini.

Namun untuk berjaga-jaga, ada baiknya Anda menyiasati pola konsumsi fast food. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda:
- Rencanakan bila ingin akan fast food, jangan terlalu sering, jika perlu maksimal 1 bulan sekali.
- Apabila ingin menyantap fast food, sebaiknya ketahui dulu kandungan nutrisinya, jika perlu cari tahu di situs produsen fast food.
- Jangan hanya menyantap burger, kentang goreng, atau ayam goreng akan tetapi santap juga paket salad yang di sediakan di restoran fast food.
- Hindari memesan minuman dengan kandungan gula tinggi seperti cola, atau minuman bersoda lainnya. Ganti pesanan minuman Anda dengan air mineral atau jus buah.

Minum Teh Agar Tulang Jadi Kuat

Tidak jadi soal teh oolong, hijau atau hitam. Hasil penelitian yang dilansir The archives of Internal Medicine mengatakan, minum teh selama bertahun-tahun dalam jumlah moderat dapat membuat tulang jadi kuat. Peneliti mengumpulkan informasi makanan yang dikonsumsi lebih dari 1000 orang Cina, pria dan perempuan dengan usia rata-rata 52 tahun. Sekitar setengah dari orang yang diteliti mengkonsumsi teh setidaknya satu kali per minggu.

Menurut Chih Hsing Wu, MD dari National Cheng Kung University Hospital di Tainan, Taiwan, mereka yang mengkonsumsi teh secara teratur selama 6-10 tahun menunjukkan kepadatan tulang yang lebih baik pada tulang belakang dibanding mereka yang hanya minum teh pada waktu tertentu saja.

Tingkat kepadatan tulang yang lebih baik ini, bisa juga terjadi karena beberapa orang dewasa terkadang mencampurkan susu ke dalam teh mereka. Susu sendiri mengandung kalsium dan vitamin D yang baik untuk membentuk dan mempertahankan kekuatan tulang.

Para peneliti juga memberi penjelasan, teh begitu baik bagi tulang karena :
- Teh merupakan sumber penting dari fluoride yang dapat memperlambat osteoporosis.
- Teh kaya akan flavonoid, komponen antioksidan yang dapat memperbaiki kepadatan tulang. Penelitian terhadap hewan menunjukkan ekstrak teh dapat memperlambat pengeroposan tulang.
- Teh juga dapat mengubah cara penggunaan beberapa mineral dalam tubuh yang berpengaruh terhadap kepadatan tulang

Bila Hasrat Makantar-kantar Tapi Tak Bisa Tegang

Apa yang harus Anda ucapkan pada pasangan Anda yang sudah siap sedia tapi penis Anda tak kunjung tegang? “Jangan meminta maaf,” nasihat Herb Goldberg PhD, seorang ahli psikologi klinis dalam bukunya The Inner Male. Masalah seperti itu katanya, lazim dialami pria, setidaknya sekali dalam kehidupan ranjangnya. “Bila Anda menyikapi hal itu sebagai masalah biasa saja, pasangan Anda akan menganggapnya biasa pula, kalau ia peduli pada Anda,” tandas Goldberg.
Sebagai gantinya, carilah cara lain untuk memuaskan pasangan Anda. “Dengan tenang, saya bilang pada pasangan saya, ‘Wah, tampaknya malam ini kita tidak bisa berhubungan kelamin, tapi jangan kawatir, kita tetap bisa menikmati seks.’ Lalu, saya gunakan tangan, mulut, hidung, dan semua yang bisa saya manfaatkan untuk melakukan hubungan yang nikmat,” tulis Marty Klein dalam bukunya Ask Me Anything: A Sex Therapist Answers the Most Important Question for the ‘90s.
Setelah itu, jangan terbenam memikirkan kegagalan ereksi tersebut. Terus-menerus memikirkan kegagalan itu hanya akan mendatangkan kecemasan yang akan membuat pengalaman serupa selalu terulang. “Sekali seorang pria mulai berpikir ketimbang merasakan, ia akan ditinggalkan ereksi selamanya,” ujar para ahli terapi seks tersebut.
Untuk mengurangi tekanan karena gagal ereksi, disarankan Anda tidak melakukan hubungan kelamin saat tidur bersama pasangan di malam berikutnya. Tapi, Anda tetap dianjurkan untuk saling peluk, cium dan hal lain yang dapat Anda lakukan kecuali hubungan kelamin, untuk memuaskan pasangan Anda.